SURABAYA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker bersama Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI), Rabu (9/9/2026), pukul 12.30 WIB, bertempat di Kantor MUI Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut membahas sejumlah jenis kanker yang banyak menyerang masyarakat, di antaranya kanker prostat, kanker rahim, dan kanker payudara. Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda awal kanker serta melakukan pemeriksaan secara dini.
Dalam pemaparannya, narasumber turut menyampaikan sejumlah data dan pengalaman terkait kasus penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi perempuan, termasuk kasus kista ovarium dengan ukuran yang sangat besar hingga mencapai sekitar 40 kilogram. Penyampaian tersebut menjadi salah satu pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini.
Selain membahas deteksi dini, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan informasi mengenai pemanfaatan daun sirsak yang disebut mengandung senyawa tertentu dan dikaitkan dengan upaya pencegahan kanker. Peserta diberikan informasi mengenai cara penyeduhan dan pola konsumsi yang disampaikan oleh narasumber.
Namun, informasi mengenai penggunaan daun sirsak sebagai pencegah kanker perlu dipahami sebagai materi sosialisasi dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis. Masyarakat tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan mengikuti metode pencegahan serta pengobatan yang telah terbukti secara medis.
Di akhir kegiatan, Ketua Umum MUI Kota Surabaya, Drs. KH. Muhaimin Ali, menyampaikan harapan agar kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan kanker dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas.
Menurutnya, kegiatan serupa ke depan dapat melibatkan MUI di tingkat kecamatan serta unsur pemerintah, sehingga edukasi mengenai kesehatan dan pentingnya deteksi dini kanker dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Harapannya, kegiatan sosialisasi pencegahan kanker ini bisa dilaksanakan dalam skala yang lebih besar, dengan melibatkan MUI kecamatan dan mengundang aparat pemerintah,” ujarnya.
MUI Kota Surabaya berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.


