Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya memperingati Hari Lahir MUI ke-51, yang bertepatan pada 26 Juli 2026, dengan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I MUI Kota Surabaya di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, Ketua dan Anggota Komisi MUI Kota Surabaya, perwakilan MUI Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, pimpinan perguruan tinggi, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Mengawali rangkaian acara, Ketua Panitia Mukerda I MUI Kota Surabaya, KH. Moch. Saiful Bachri, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa syukur atas terselenggaranya Musyawarah Kerja Daerah perdana MUI Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Mukerda merupakan forum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi selama masa khidmat. Ia berharap seluruh peserta dapat memberikan gagasan terbaik sehingga program-program MUI benar-benar mampu menjawab kebutuhan umat dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D. mewakili Universitas Airlangga. Ia mengaku bangga UNAIR dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Mukerda MUI Kota Surabaya.
“Sering-seringlah MUI mengadakan kegiatan di UNAIR agar UNAIR juga kecipratan berkahnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Amin juga memaparkan berbagai capaian Universitas Airlangga yang terus menempati peringkat terbaik di tingkat nasional maupun internasional. Ia mengajak para orang tua, kiai, dan pesantren untuk mendorong putra-putrinya melanjutkan studi di UNAIR. Sebagai bentuk apresiasi kepada para santri, UNAIR juga menyediakan golden ticket bagi para penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Surabaya, Drs. KH. Muhaimin Ali, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Mukerda di lingkungan Universitas Airlangga. Beliau mengisahkan bahwa panitia sempat mengalami kesulitan mencari lokasi penyelenggaraan, baik di dalam maupun di luar Kota Surabaya.
“Setelah berbagai ikhtiar dilakukan, kami pasrah kepada Allah SWT. Sekitar pukul satu dini hari kami memperoleh kabar bahwa UNAIR bersedia menjadi tempat pelaksanaan Mukerda. Karena itu, kami meyakini bahwa ini adalah tempat pilihan Allah, sehingga menjadi tempat yang terbaik untuk memulai langkah MUI ke depan,” tuturnya.
Dalam arahannya, KH. Muhaimin Ali menegaskan dua tugas besar yang harus menjadi perhatian seluruh pengurus MUI.
Pertama, Himāyah ad-Dīn (menjaga agama). Menurutnya, MUI merupakan rumah besar bagi seluruh organisasi kemasyarakatan Islam. Karena itu, MUI harus terus memperkuat ukhuwah dan merangkul berbagai elemen umat agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat.
Kedua, Himāyah ad-Daulah (menjaga negara). MUI memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai upaya pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila atau mengganggu persatuan bangsa.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Ag., Ketua Bidang Dakwah MUI Provinsi Jawa Timur, yang hadir mewakili Ketua Umum MUI Jawa Timur karena menghadiri Konferensi Umat Islam di Jakarta.
Beliau menyampaikan salam takzim dari Ketua Umum MUI Jawa Timur sekaligus menegaskan bahwa MUI harus terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat.
“MUI harus benar-benar membantu pemerintah dalam menangani persoalan-persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, tingginya angka perceraian, dan berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Dr. KH. Ahsanul Haq secara resmi membuka Musyawarah Kerja Daerah I MUI Kota Surabaya Tahun 2026.
Pemerintah Kota Surabaya turut memberikan dukungan melalui sambutan yang disampaikan oleh Drs. Arif Budianto, M.Si., Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Surabaya. Kehadiran Pemerintah Kota menjadi bentuk komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan MUI dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Surabaya yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Melalui Mukerda I yang bertepatan dengan Hari Lahir MUI ke-51 ini, MUI Kota Surabaya diharapkan mampu melahirkan program-program kerja yang semakin responsif terhadap persoalan keumatan, memperkuat persatuan umat, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Surabaya yang religius, maju, dan berkeadaban.


