Monday, April 13, 2026
HomeBlogMalam Nisfu Sya'ban: Malam yang Dipanggil dengan Banyak Nama

Malam Nisfu Sya’ban: Malam yang Dipanggil dengan Banyak Nama

Malam Nisfu Sya‘ban merupakan malam yang sangat istimewa. Para ulama bahkan menyebutnya dengan banyak nama. Dalam kitab Māżā fī Sya‘bān, Sayyid Muhammad al-Maliki mengutip pendapat Abu al-Khair al-Thaliqani bahwa Malam Nisfu Sya‘ban memiliki dua puluh dua nama. Banyaknya nama tersebut menunjukkan banyaknya kemuliaan yang terkandung di dalamnya. Di antara nama-nama itu adalah sebagai berikut.

Malam Nisfu Sya‘ban disebut Lailah al-Mubārakah (malam keberkahan), karena pada malam itu keberkahan dilimpahkan, doa-doa didengar, dan ampunan dicurahkan. Dalam salah satu keterangan disebutkan bahwa malam ini dinamai malam keberkahan karena para malaikat berdampingan dengan manusia, sehingga suasananya dipenuhi rahmat dan keberkahan dari Allah.

Malam ini juga dikenal sebagai Lailah al-Takfīr (malam penghapus dosa). Imam Taqiyuddin al-Subki menjelaskan bahwa dosa-dosa selama satu tahun diampuni pada malam Nisfu Sya‘ban, sebagaimana dosa-dosa selama sepekan dihapus pada hari Jumat. Karena itu, Nisfu Sya‘ban menjadi momentum penting untuk membersihkan diri dan menyucikan hati sebelum memasuki bulan Ramadan.

Selain itu, Nisfu Sya‘ban disebut pula sebagai Lailah al-Ijābah (malam dikabulkannya doa). Malam ini dipandang sebagai malam harapan bagi hamba-hamba Allah yang memohon ampunan, keselamatan, dan kebaikan hidup. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Ibnu ‘Umar bahwa:

خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاءُ: لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْقَدْرِ، وَلَيْلَتَا الْعِيدَيْنِ.

“Ada lima malam di mana doa tidak akan ditolak: malam Jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya‘ban, malam Lailatul Qadar, dan dua malam hari raya.”

Bahkan, dalam ungkapan sebagian ulama, Malam Nisfu Sya‘ban disebut sebagai hari raya para malaikat, karena pada malam itu langit dipenuhi dengan ibadah, dan para malaikat tidak beristirahat sebagaimana manusia.

Namun, yang terpenting untuk dicatat, banyaknya nama Malam Nisfu Sya‘ban bukanlah untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan. Sebab, pertanyaan paling mendasar dari semua kemuliaan itu adalah: dengan hati seperti apa kita ingin menyambutnya?

Ust. Jamil Fuady, M. Ag (Ketua Komisi Infokom MUI Surabaya)

Ust. Jamil Fuady, M. Ag
Ust. Jamil Fuady, M. Ag
Ketua Komisi Infokom MUI Kota Surabaya
مقالات ذات صلة

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru